--> 5 Mitos Menyeramkan Gerhana Matahari Yang Sering Menghantui Manusia Jaman Dulu | KEEPO-ID

Monday, August 21, 2017

5 Mitos Menyeramkan Gerhana Matahari Yang Sering Menghantui Manusia Jaman Dulu

| Monday, August 21, 2017

Mitos-mitos menyeraman gerhana matahari dari peradaban kuno

Bagi sebagian besar orang zaman dulu, fenomena alam gerhana matahari mungkin dipercaya sebagai fenomena yang sangat menyeramkan, mungkin karena ilmu pengetahuan jaman dulu tidak semaju jaman sekarang sehingga saat orang jaman dulu melihat matahari tiba-tiba hilang tentu bikin ketakutan yang luar biasa.
Mungkin karena ketakutan inilah jadi muncul berbagai legenda tentang penyebab terjadinya gerhana. Mitos-mitos dan takhayul tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan juga mengikuti akibat rasa ketakutan tersebut. Berikut ini beberapa diantaranya.
1. Matahari yang Dimakan

Beberapa budaya menjelaskan gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan, terjadi karena iblis atau binatang memakan matahari dan bulan. Bangsa Viking melihat sepasang serigala mengejar matahari atau bulan. Ketika salah satu dari serigala tersebut berhasil menangkap salah satunya, maka terjadilah gerhana.
Menurut legenda Vietnam, gerhana terjadi karena seekor katak besar memakan bulan atau matahari. Di China, naga dipercaya memakan matahari sehingga menyebabkan gerhana. Menurut mitos Hindu, iblis Rahu dipenggal karena berusaha minum air suci agar bisa abadi. Kepalanya kemudian terbang ke langit dan berusaha menelan dewa matahari. Untuk mengusirnya, masyarakat membuat keributan dengan memukul-mukul kendi atau panci.

2. Beruang yang Memakan Bulan

Suku asli Pomo yang tinggal di utara Amerika memiliki cerita yang unik tentang penyebab gerhana bulan. Konon ceritanya ada seekor beruang yang mulai berkelahi dengan matahari dan menggigitnya. Maka terjadilah gerhana matahari. Cerita ini kemungkinkan dibuat untuk menjelaskan kenapa gerhana matahari terjadi sekitar dua minggu sebelum atau sesudah gerhana bulan.
3. Matahari dan Bulan Sedang Bertengkar

Menurut dongeng Inuit, dewi matahari, Malina pergi setelah bertengkar dengan dewa bulan, Anningan. Keduanya adalah saudara. Menurut legenda, gerhana matahari terjadi ketika Anningan berhasil mengejar saudarinya yang pergi menjauh.
Sementara itu suku Batammaliba yang tinggal di Benin dan Togo juga mempercayai hal yang serupa. Hanya saja, mereka memiliki tradisi bahwa saat terjadi gerhana, setiap manusia di Bumi harus menyelesaikan masalah satu sama lain. Ini adalah satu-satunya cara agar matahari dan bulan tidak saling melukai.

4. Anjing yang Mencuri Matahari dan Bulan

Menurut legenda Korea, ada sebuah dunia atau dimensi yang tidak memiliki cahaya. Raja dari dimensi tersebut mengirimkan anjing raksasanya yang bernama Bulgae untuk memburu matahari dan bulan untuk dibawa pulang ke dunianya.
Saat Bulgae berhasil menggigit matahari, terjadilah gerhana matahari. Tapi saat yang digigit adalah bulan, maka terjadi gerhana bulan. Hanya saja, Bulgae dan rajanya kemudian sadar bahwa matahari dan bulan terlalu panas dan dingin sehingga mereka melarikan diri kembali ke dunianya.

5. Dewa yang Sedang Marah

Bangsa Yunani Kuno menyebut dewa matahari sebagai Helios. Dewa inilah yang dipercaya mempengaruhi pergerakan matahari di bumi. Ketika Helios melakukan perjalanan mengendarai kereta kudanya di surga dari timur ke barat, saat itulah bumi mendapatkan cahaya. Sedangkan di malam hari, dipercaya ia melakukan perjalanan di lautan sehingga tidak terlihat di langit. Begitu pagi tiba ia muncul lagi dari timur.
Karena masyarakat zaman dahulu masih belum benar-benar mengetahui tentang sistem tata surya, maka tidak heran jika muncul legenda dan mitos seperti ini untuk menjelaskan fenomena alam seperti ini. Pada kenyataannya, gerhana matahari terjadi karena posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari.


Sumber :
https://keepo.me/bintoro/5-mitos-menyeramkan-gerhana-matahari-yang-sering-menghantui-manusia-jaman-dulu

Related Posts

No comments:

Post a Comment